Aku tak tahu apa yang au rasakan saat ini . terlalu tragis untuk aku disripsikan. Dalam peningnya kepala, meningkatnya suhu tubuh , dengan keterbatasan tenaga yang aku miliki saat ini, aku mencoba untuk sekedar meluangkan waktuku untuk menulis catatan singkat yang mungkin tak penting ini. Mencoba untuk menuangkan segala keluh kesah agar sedikit terobati rasa yang kini melanda.
Mungkin semua yang membaca akan tahu, siapa yang menjadi inspirasiku.
.
Mungin kesalahanku sendiri yang telah menghancurkanku. Tuhan itu memang adil, dan kini aku tengah merasakan bagaimana keadilan itu ditegakkan oleh-Nya. Dulu aku yang selalu menyakiti, dulu aku yang selalu merasa ingin dimengerti, dulu aku yang selalu ingin menang sendiri. Ku akui itu. Namun setelah aku bertemu dengannya, aku tersadar, semua sikapku selama ini salah. Kesabaranmu, pengorbananmu, perhatianmu, kasih sayang tulus darimu yang membuatku sadar akan segalanya. Membuat mata dan hatiku terbuka, membuat semuanya terang. Dan penyesalan itu selalu terlambat.
.
Yya kini aku tengah mencoba untuk merubah segala sikapku, merubah perlakuanku padamu. Agar kau tahu, kau sangatlah berarti dalam hidupku. Aku telah mampu melupakan segala rasa cinta dan sayang untuk masa laluku. Dan aku telah melupakan semua tentang masa laluku. Mencoba menatap masa depan itu bersamamu. Karena ku tahu kau bukan hanyayag aku inginkan, tapi kau lah yang aku butuhkan.
.
Indah, yaa itu yang aku rasakan. Kepercayaan itu mungkin belum kembali seutuhnya kepadaku. Tapi kau mampu memperlakukanku dengan sebaik-baiknya. Segala janji, segala mimpi kita ucapka bersama. Saling memotivasi, saling memberi semangat dan saling membimbing itu yang kita lakukan sehari-hari. “Mamah, papah, mami, papi sudah mengetahuinya dan kitalah yang harus membuktikan pada mereka. Membuktian kalau kita mampu menjalaninya dengan shat dan kita mampu membuat mereka bangga dan yakin kepada kita” itulah yang sering kita ucapkan bersama.
Hingga suatu hari, entah ada apa. Tiba-tiba semua berubah. Awalnya aku selalu menggapnya baik-baik saja walaupun dihati bertanya-tanya “ada apa sebenarnya”. Ya kau BERUBAH. And it’s so strange for me !! sikapmu, kata-katamu, tatap matamu, sentuhanmu, aromamu semua berubah. Sempat aku mempertanyakan padamu mengapa kau berubah seperti ini. Ini bukan kamu !!! tapi apa jawabanmu, kau bilang “kau berubah, karena kau INGIN berubah”. Api tatapan matamu tak bias membohongiku, ada sesuatu dibalik raut wajahmu itu. Aku mencoba mengerti, mencoba memahami. Dan aku paham. Ini semua KONSEKUENSI. mencoba menerima segalanya atas apa yang telah aku perbuat.
.
Satu dua hari kemudian kau sungguh menjadi-jadi. Aku semakin tak mngenalmu lagi. Kau kini menjadi orang asing. Menjadi orang lain yang sama sekali tak ku pahami. Sampai apapun yang terjadi padaku, kau tak peduli. Setiap datang kerumahku, seakan semua baik-baik saja. Tapi setelah kau keluar dari pintu rumahku, semua kembali ANEH !
.
Aku mencoba kuat menghadapimu, mencoba sabar selayaknya kau sabar menghadapiku dulu. Hanya satu inginkU, dulu dan sekarang berbeda konteks dan itu tak bisa disamakan. Ingatlah apa janji-janjimu tentang orang tua kita, tentang masa depan kita.
AKU AKAN SELALU MENYAYANGIMU !
Mungkin semua yang membaca akan tahu, siapa yang menjadi inspirasiku.
.
Mungin kesalahanku sendiri yang telah menghancurkanku. Tuhan itu memang adil, dan kini aku tengah merasakan bagaimana keadilan itu ditegakkan oleh-Nya. Dulu aku yang selalu menyakiti, dulu aku yang selalu merasa ingin dimengerti, dulu aku yang selalu ingin menang sendiri. Ku akui itu. Namun setelah aku bertemu dengannya, aku tersadar, semua sikapku selama ini salah. Kesabaranmu, pengorbananmu, perhatianmu, kasih sayang tulus darimu yang membuatku sadar akan segalanya. Membuat mata dan hatiku terbuka, membuat semuanya terang. Dan penyesalan itu selalu terlambat.
.
Yya kini aku tengah mencoba untuk merubah segala sikapku, merubah perlakuanku padamu. Agar kau tahu, kau sangatlah berarti dalam hidupku. Aku telah mampu melupakan segala rasa cinta dan sayang untuk masa laluku. Dan aku telah melupakan semua tentang masa laluku. Mencoba menatap masa depan itu bersamamu. Karena ku tahu kau bukan hanyayag aku inginkan, tapi kau lah yang aku butuhkan.
.
Indah, yaa itu yang aku rasakan. Kepercayaan itu mungkin belum kembali seutuhnya kepadaku. Tapi kau mampu memperlakukanku dengan sebaik-baiknya. Segala janji, segala mimpi kita ucapka bersama. Saling memotivasi, saling memberi semangat dan saling membimbing itu yang kita lakukan sehari-hari. “Mamah, papah, mami, papi sudah mengetahuinya dan kitalah yang harus membuktikan pada mereka. Membuktian kalau kita mampu menjalaninya dengan shat dan kita mampu membuat mereka bangga dan yakin kepada kita” itulah yang sering kita ucapkan bersama.
Hingga suatu hari, entah ada apa. Tiba-tiba semua berubah. Awalnya aku selalu menggapnya baik-baik saja walaupun dihati bertanya-tanya “ada apa sebenarnya”. Ya kau BERUBAH. And it’s so strange for me !! sikapmu, kata-katamu, tatap matamu, sentuhanmu, aromamu semua berubah. Sempat aku mempertanyakan padamu mengapa kau berubah seperti ini. Ini bukan kamu !!! tapi apa jawabanmu, kau bilang “kau berubah, karena kau INGIN berubah”. Api tatapan matamu tak bias membohongiku, ada sesuatu dibalik raut wajahmu itu. Aku mencoba mengerti, mencoba memahami. Dan aku paham. Ini semua KONSEKUENSI. mencoba menerima segalanya atas apa yang telah aku perbuat.
.
Satu dua hari kemudian kau sungguh menjadi-jadi. Aku semakin tak mngenalmu lagi. Kau kini menjadi orang asing. Menjadi orang lain yang sama sekali tak ku pahami. Sampai apapun yang terjadi padaku, kau tak peduli. Setiap datang kerumahku, seakan semua baik-baik saja. Tapi setelah kau keluar dari pintu rumahku, semua kembali ANEH !
.
Aku mencoba kuat menghadapimu, mencoba sabar selayaknya kau sabar menghadapiku dulu. Hanya satu inginkU, dulu dan sekarang berbeda konteks dan itu tak bisa disamakan. Ingatlah apa janji-janjimu tentang orang tua kita, tentang masa depan kita.
AKU AKAN SELALU MENYAYANGIMU !
